Cara Mengolah Kotoran Bebek Menjadi Pupuk Kompos
- IDR 500.000/karung
- Bau kotoran dari bebek memang sangat tidak enak dan juga menyengat. Itulah sebabnya peternakan bebek tidak boleh dekat dengan tempat tinggal penduduk. Tapi dibalik baunya yang menyengat, kotoran bebek ternyata bisa dimanfaatkan untuk diolah kembali menjadi pupuk kompos.
- Kontur kotoran dari bebek ini agak basah atau cair dan mengandung kadar air tinggi. Tapi saat diolah menjadi pupuk kompos maka kadar airnya harus dikurangi. Sebelum mengolahnya, Anda harus menurunkan kadar airnya terlebih dulu.
- 1. Jangan Langsung Mengolah Kotoran Jika Kadar Air Masih Tinggi
- Apabila kadar air dari kotoran masih terbilang tinggi maka Anda tidak boleh langsung mengolah kotoran tersebut menjadi pupuk kompos. Sebelumnya, kurangi kadar airnya terlebih dulu agar bisa langsung diolah.
- Namun jika campuran yang digunakan untuk membuat kompos dalam kondisi kering, maka kotoran bisa digunakan untuk mengolahnya menjadi kompos.
- 2. Lakukan Pengukuran Kadar Air
- Langkah yang kedua adalah ukur kadar airnya terlebih dulu dengan cara mencampurkan dua timba kotoran, dengan satu timba limbah pertanian yang Anda pilih. Apabila saat diperas tidak keluar air atau hanya keluar setetes air, maka kotoran dapat dipakai untuk proses membuat kompos.
- 3. Potong Kecil-kecil Campuran Limbah Pertanian
- Campuran dari limbah pertanian yang Anda gunakan sebaiknya potong-potong kecil terlebih dulu. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pembuatan kompos tersebut. Biasanya proses pengomposan akan menjadi lebih lama jika limbah pertaniannya tidak diolah dahulu.
- Apabila pupuk kompos yang dibuat ini akan dipakai sendiri, pengolahan campuran limbah jangan terlalu basah. Setelah itu sesuaikan kadar airnya, jangan sampai kotoran menjadi terlalu kering atau terlalu basah.
- 4. Aduk Campuran Hingga Rata
- Aduk campuran kotoran dengan limbah pertanian ini sampai merata dan konturnya akan berbeda dengan bentuk aslinya. Campuran diantara kotoran dengan limbah ini sudah siap dikomposting lalu tutup dengan terpal/plastik.
- Hal ini akan memudahkan proses komposting serta menghindari campuran dengan matahari atau air hujan.
- 5. Aduk Campuran Setiap 3 – 7 Hari
- Aduk campuran setiap 3 – 7 hari lamanya, yang bertujuan untuk proses oksigenasi dan juga meratakan proses pembuatan kompos. Biasanya bau dari kotoran akan menghilang, seiring dengan proses pengomposan yang terus berlanjut.
- Setelah 3 – 4 minggu kemudian hasil pengomposan sudah terlihat, yang bisa dilihat dari warna serta kontur dari campuran kotoran tadi yang mulai berubah dan baunya yang menghilang.
- Kemudian lakukan penyaringan jika kompos sudah dimasukkan ke dalam karung/plastik. Tapi bisa juga digunakan untuk membuat tanah pertanian menjadi subur.
- Baca Juga: Bebek Anda Tidak Mau Makan? Ini Penyebab dan Solusinya!
- Memanfaatkan Kotoran Bebek Menjadi Penambah Keuntungan
- Ikuti langkah dan cara pengolahan kotoran bebek untuk menjadi pupuk kompos di atas, untuk mendapatkan pupuk kompos alami dengan optimal. Untuk meningkatkan keuntungan peternakan Anda, Anda bisa memulainya dari memilih bibit ayam berkualitas, karena akan mempengaruhi kualitas produk peternakan Anda.

No comments